Sunday, May 31, 2009
31st May
hari ini 20 tahun sudah ayah saya pergi. rasanya baru kemarin saya rebahan di pangkuannya sembari nonton TVRI. saya masih kelas 2 SMA waktu itu. tak terasa. dia teman baik saya sejak kecil. menemani saya latihan bulutangkis atau sekedar mengantar saya les matematika. dia selalu hangat, walaupun terkesan galak. tak ada satu teman kecil saya yang berani menyapanya. banyak hal yang saya ingat tentangnya. memasang kaos kaki dan sepatu, menggunting kukunya, memasangkan dasi, membuat susu, dan banyak kegiatan rutin yang selalu saya lakukan. tiap dia pulang dari kantor atau luar kota, saya pasti berlari menyambutnya. ah, saya jadi melankolis. sedih saya sudah hilang. biarkan ayah saya tenang bersama-Nya. saya hanya rindu saja. rindu untuk didengar dan rindu dengan nasehatnya….. saya tahu, ayah saya sedang beristirahat dengan tenang…. miss you, always.
eastern indonesia review
lama sekali saya tidak bercerita di blog ini. demam facebook, membuat saya asik cengkerama dengan kawan lama.
satu bulan terakhir ini saya punya kesempatan melakukan evaluasi untuk program oxfam di Indonesia Timur. kami mendukung program PIKUL, salah satu mitra terbaik kami di NTT. evaluasi ini menarik, karena melibatkan donor, Pikul sendiri dan tentunya satu evaluator independen. layaknya bulan puasa, bulan evaluasi ini penuh berkah bagi saya.
perjalanan kami dimulai dari Sulawesi Tengah. berkunjung ke desa Dongi-dongi. desa kontroversial. re-klaim 4000 warga di tanah taman nasional lore lindu. akhirnya kesampaian juga menginjakan kaki di wilayah ini. saat ini warga masih berkutat untuk memperoleh pengakuan haknya atas tanah dan sumber daya alam mereka. di Sulteng, saya sempat mendalami kasus Poso. konflik religi yang tak pernah usai. hingga kini masih ada sekelompok kawan yang masih berkutat memastikan hak ecosoc warga.
seminggu sudah di Sulteng, kami kemudian ke kepulauan Alor di timur NTT. cantik luarbiasa. kami bertemu dengan satu komunitas di satu pulau kecil bernama Pulau Pura. bicara soal perdes perlindungan wilayah tangkap mereka. sungguh terkesan. lucunya, kami ditemani satu kawan dari board Pikul, ET. tidak suka air. tidak suka laut. dan pertama kali pula naik perahu nelayan. padahal kawan ini seorang pakar bencana. dan selalu ada dimana pun bencana terjadi. kecuali laut. saya lihat ia sangat menikmati perjalanannya.
perjalanan kami berlanjut ke sikka dan larantuka. kembali bertemu komunitas. lebih dari 100 warga yang kami temui. introduksi teknologi, respon rawan pangan, belajar pangan-air-energi menjadi pintu masuk kerja Pikul di wilayah ini. menarik….akhirnya, perjalanan kami berakhir di kupang.
dari perjalanan ini saya banyak belajar dari evaluator tentang starfish organization, teori perubahan, pemberdayaan, perkembangan organisasi…dan banyak lagi. kami selalu menghabiskan banyak waktu untuk dialog, dan saling berbagi cerita. sungguh tak terlupakan….
diakhir cerita kami mengusulkan Pikul menjadi kawan bagi organisasi-organisasi pionir di Indonesia timur, menjadi centre of excellence di Indonesia timur, dan menjadi pangkalan bagi siapa saja yang tertarik bagi indonesia timur. dan Pikul tetap bekerja untuk isu pangan, energi, kesehatan dan air, serta mainstreaming gender. atau kerennya jadi PEKA GENDER.
selamat bekerja Pikul dan terus berkreasi….
thanks buat teman-teman yang bekerja selama 1 bulan bersama
thanks buat evaluator yang banyak berbagi ilmu…..

