my best friend…
11 Oktober. 5 malam di hotel turismo dili, saya ditemani satu kawan. dia staf lapang di distrik Manatuto. orangnya pendiam. sempat bekerja di program PPK, jaman Indonesia, dan terus berlanjut hingga 4 tahun di Timor Leste. proyek world bank ini sudah ditutup. terlalu banyak pemborosan katanya.
satu malam, ia menceritakan masa kecilnya. dan membuat saya terperangah. ketika itu tahun 1975-an. saat rawan, karena Timor Leste baru saja terdaftar sebagai propinsi termuda Indonesia. perlawanan dan protes dari masyarakat Timor Leste masih berlangsung. mereka mengungsi dari satu tempat ke tempat lain. masuk hutan. naik gunung. bersama orang tua dan 8 kaka beradik. suatu hari, tiba-tiba serangan mendadak. ntah siapa. keluarga ini cerai berai. ia tertinggal bersama kaka dan adiknya. suasana tak menentu. ia sempat menyaksikan kakak lelakinya, 10 tahun, ditembak dihadapannya. meninggal dunia. tak tau siapa yang menembak…
ah, saya tersentak. sungguh! tak terbayangkan…..
kawan saya kemudian melanjutkan ceritanya. singkat cerita, 5 bulan kemudian, keluarga mereka akhirnya berkumpul kembali. walaupun tidak lengkap. masa yang sulit. ibunya meninggal kemudian, karena tak kuasa menahan sedih dan rasa bersalah yang sangat, karena meninggalkan anak-anaknya. sang ayah pun menyusul. saat ini kawan saya tinggal bersama 3 saudaranya yang tersisa. 4 orang yang lain meninggal. salah satunya, saat referendum 1999. kawan saya sekarang tertidur lelap dikasur sebelah. sulit melupakan, ujarnya. saya do’akan hidupnya bahagia….
great capture,beautiful composition with rich colours.
Fantastic, Great Improvement, Keeping Working Hard, Wow.