Sunday, August 31, 2008

fasting month

sekali lagi, selamat datang bulan Rahamadhan….bulan penuh hikmah. saur pertama saya di bandung. berkumpul bersama keluarga besar. entah kenapa, semua rindu berkumpul. gelak tawa ponakan berebut hidangan sahur. cukup lama saya kehilangan momen ini. bisa jadi dua, tiga bahkan mungkin lebih. kemarin saya sempatkan mengunjungi makam ayah saya. sudah bertahun-tahun juga tidak dilakukan. ah, betapa tidak berbaktinya anakmu ya! kami berdo’a khusuk. semoga diterima amalnya di alam akhirat..

nyatanya, sepupu saya mengingatkan. hampir 10 tahun kami tidak bertemu. wow! pantas saja. anaknya saja sudah 4. terakhir bertemu saat sepupu saya melahirkan anak pertama. akhirnya saya berpikir, “begitu buruknya hubungan saya dengan keluarga….!”. harapan saya bulan ramadhan kali ini membukakan hati saya untuk dekat dengan mereka. keluarga yang selalu setia ketika saya butuhkan….. amin…!

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 22:09:40 | Permalink | No Comments »

Friday, August 29, 2008

To be President

saya membandingkan pidato amien rais dan rizal malaranggeng di Republik Mimpi, ANTV dengan pidato obama di CNN. sama-sama mencalonkan diri sebagai presiden. menengok kemampuannya, ke 3 kandidat sama-sama lulusan dari negara paman Sam. tapi mengapa kualitasnya jauh berbeda? amien dan rizal tak punya kemampuan pidato yang baik. lain dengan obama, yang terlatih dan saya larut dalam setiap kalimat yang diucapkannya. sebelumnya juga saya menyaksikan Michele Obama pidato. sederhana dan sangat menyentuh. saya juga larut di setiap katanya. luar biasa. cape juga dengar pidato amien rais yang kembali ke pancasila, atau rizal dengan jargon inggris-nya yang sulit diingat. belum lagi tim pendukung norak, persis demonstran yang baru turun lapang. ah, kasian!

patut kiranya calon-calon kita menonton CNN. belajar kemahiran berpidato, entrepreneurship. bukan sekedar common sense semata.

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 11:00:39 | Permalink | No Comments »

Sunday, August 17, 2008

17.08.08

pagi ini saya dibangunkan oleh upacara 17 Agustus di televisi. ritual. ceremony yang selalu hadir setiap tahunnya. tidak ada satupun yang berubah. bahkan sejak saya sekolah dasar dulu. ya begitu. jaman Soeharto begitu. jaman Habibie begitu. jaman Gus Dur begitu. jaman Megawati. pun sekarang, jaman SBY, ya…sama aja, begitu. upacara bendera. dihadiri oleh tentara. dimainkan oleh paskibraka. dimana ya warga? mana rakyatnya? warga sesempatnya nonton via televisi. tidak ada kebanggaan. tidak ada keharuan. sekedar ritual tahunan. 


merdeka? ntahlah….kadang DBT lagi…. deficit based thinking… muncul, bagaikan monster dikepala. yang selalu hadir. itu kata teman saya. 17 Agustus sudah kehilangan makna bagi saya. ntah, karena sekarang duduk sendirian, terpekur, didepan macbook air yang setia menemani. ah, memang sudah saatnya pulang ke kampung. merasakan nikmatnya Agustusan. Saya teringat, di sebuah pulau di ujung Kaltim, pulau Derawan dan Maratua. mereka merayakan hari istimewa bangsa ini sebulan penuh. hebat ya. itu pernah terjadi di kampung saya, dulu sekali, ketika kecil. 

satu kali saya pernah berkesempatan merayakan hari kemerdekaan Canada. gak tau juga siapa penjajahnya. yang jelas, seluruh warga Canada tumpah ruah di kota Ottawa. sebulan penuh dinding megah parlemen dijadikan layar tancap. bercerita tentang perjuangan rakyat Canada. bazar makanan, permainan. semuanya gratis. menakjubkan! sungguh…di hari kemerdekaannya, pesta kembang api dihampir seluruh penjuru kota. seluruh rakyat ottawa dan pendatang memadati jalanan. tidak ada derap tentara. yang ada teriakan anak-anak, kecerian keluarga, dan keceriaan satu kota. itulah, cara mereka menikmati hari istimewa mereka. saya juga memimpikan demikian. minimal di kampung saya. pasti! suatu hari nanti. 
Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 08:19:24 | Permalink | No Comments »

Saturday, August 16, 2008

best experience

dua bulan terakhir saya masuk tim inspirit untuk training inisiatif komunitas kreatif. inisiatif ini digagas oleh sebuah lembaga yang peduli pada kebudayaan. kami masuk melalui perangkat PNPM yang sudah ada sejak belasan tahun lalu. program yang didukung oleh berbagai donor internasional. sesak dengan beragam kegiatan pembangunan. namun tak bernyawa. PNPM bekerja bagaikan robot, tak ada gelak tawa, semuanya patuh dengan petunjuk operasional. Inspirit menawarkan sentuhan terakhir bagi proyek-proyek mereka. menjadikan kebudayaan sebagai jantung pembangunan. dahsyat ya…..


inisiatif ini dilakukan di Jakarta, Solo, Bukit Tinggi dan Kupang. sekitar 180-an PNPM terlibat. seperti magic, dengan 5 hari training, kami menemukan spirit baru keluar dari fisik mereka. tidak lagi sekedar robot. penuh daya cipta, penuh rasa bangga. luar biasaaaa, kata budi sih. 

sesungguhnya prosesnya sederhana. para PNPM ini diajak untuk berpikir positif. Asset Based Thinking. change the way you see yourself, others and situation. inilah magic-nya. mereka diajak berpetualangan budaya. mengunjungi museum, candi, pusat perdagangan, atau sekedar menikmati masakan lokal dengan sentuhan berbeda. kegiatan ini memberi efek luar biasa, menyentuh kreatifitas mereka. peta budaya ajaib, hadir penuh warna. sejumlah rancangan perubahan di kampung mereka telah disusun dengan antusias. di hari terakhir, tampilan presentasi dibuat berbeda. semua yang hadir memakai pakaian daerah. termasuk kami. sungguh terasa berbeda. setiap presentasi penuh penghayatan dan pesona. dada saya sesak, kadang tanpa terasa, saya menitikan air mata. haru. 

sekali lagi thanks Inspirit, mas dani, mba budhsi, mbak dian, intan, dendy, nova…. crew film, bejou, rendra cs… mbak jily, temperente, Nelden yang membangkitkan rasa musik saya…(sekarang punya jimbe, deh!). saya juga thanks berat ama dudu, sahabat setia sekamar, dan paul…..dan tentunya, mas budi….gila, teman seperjuangan, selalu bikin nangis peserta…..

anyway, buat saya, dua bulan terakhir ini belajar banyak. fasilitasi, trainer, nulis….dan makan-makan dan makan. Hidup hidup hidupkan lah cintamu….Inspirit’s song menutup perjumpaan kami dengan para Komunitas Kreatif. Selamat bekerja du, paul en bejou!

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 03:28:24 | Permalink | No Comments »

Friday, August 15, 2008

baik+baik = salah

dear, menjadi orang baik hari ini tidak mudah. mungkin karena dunia ini semakin kompleks, dan dipenuhi orang yang brengsek. alhasil, itikad baik, kelakuan baik, selalu saja menyesatkan. saya jadi teringat salah satu sahabat saya, selalu bilang “baik+salah”= salah” juga “salah+baik=salah” juga “salah+salah=pasti salah” dan juga ” baik+baik=salah juga”. nah, jadi?ternyata, teori ini sekarang terbukti. 


dua kali juga pengalaman ini “baik+baik = salah”. salah total. satu dituduh makan uang, dan satunya dituduh makan teman. tetep aja intinya seperti sahabat saya bilang, baik+baik = salah. ini menjadi pengalaman berharga bagi saya. tidak selamanya membuat hal baik menjadi lebih baik. malah memperburuk atau kerap kali dianggap sebuah intervensi. dan berakhir tragis.

belajar dari dua pengalaman ini, saya berpikir untuk mulai menjauhi urusan orang lain. berpusat pada diri sendiri, dan tak acuh kejadian sekitar. mulai setahap demi setahap mewujudkan mimpi sendiri saja. 

ah, sudah lah. itulah DBT (defisit based thinking)….. harus dilawan! change the way you see yourself, ok?
orang lain sih, emang gua pikirin……toh, baik+baik = salah juga kok…..

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 02:41:06 | Permalink | No Comments »