Saturday, July 19, 2008

environmentalishit

saya baru saja membaca di newsweek, tentang peringkat negara yang peduli lingkungan. ntah siapa yang memberi nilai. saya hanya membaca sekilas. yang pasti semua negara maju ada diperingkat teratas. jelas saja, semua limbah dibuang kenegara miskin, semua kebutuhan kayu, minyak disuplai dari negara miskin. mereka tambah makmur, semakin “clean” versi mereka. dan negara dunia ketiga, semakin miskin dan un-development. negara majulah yang menciptakannya. jadi ajaib aja ranking tersebut. 

tengok belanda misalnya, sejak puluhan tahun lalu membuang limbahnya, termasuk toxic ke Indonesia. suply murah kayu eropa? dari mana kalo bukan dari hutan tropis negara megadiversity, brazil, indonesia …..

sialnya, mereka seolah2 menggunakan energi bersih, biofuels, padahal semua bahan baku, yang diambil dari negara miskin, seperti Indonesia. beli murah, jual mahal….damn! 


Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 18:46:02 | Permalink | No Comments »

Tetralogi Pram

membaca 2 buku Pram telah memberi energi luar biasa bagi saya memaknai hidup. setelah selama ini disibukan dengan kepentingan pribadi, tanpa sempat memikirkan manfaatnya. terlalu sederhana saya memaknai hidup. menikmati mac, menikmati internet, berjalan-jalan di dunia maya.

buku Pram nyatanya menemukan hidup saya kembali. semangat saya. 

saya mulai dari ruangan ini di Azzalia, sebuah hotel sederhana di kota Ternate. saya kutip satu paragraf yang membangunkan saya dari mimpi….seperti dongengan kata Pram:

“dulu suatu bangsa bisa hidup aman di tengah-tengah padang pasir atau hutan. sekarang tidak. ilmu pengetahuan modern mengusik segalanya dari keamanan dan kedamaiannya. juga manusia sosial sebagai individu tidak lagi bisa merasa aman. dia dikejar-kejar selalu, karena ilmu pengetahuan modern memberikan inspirasi dan napsu untuk menguasai alam dan manusia sekaligus. Tak ada kekuatan lain yang bisa menghentikan napsu berkuasa ini kecuali ilmu pengetahuan itu sendiri yang lebih unggul, ditangan manusia yang lebih berbudi…”

luar biasa ya. pada akhirnya saya jadi gak ngerti arti pendidikan bagi saya. namun demikian, saya tetap bersikeras untuk menjelajahi dunia sekolah kembali. sudah saatnya ilmu pengetahuan dikendalikan. hanya saja, apakah bisa menjadi manusia berbudi? ntahlah….

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 17:59:54 | Permalink | Comments Off