3 Juli 2007
Sekali lagi kami mengunjungi PREPARE. Seperti di Nagapattinam. Jaraknya 2,5 dari tempat kami menginap. Propinsi Andra Prades. Selama 3 jam, akhirnya kami mendapat gambaran utuh tentang organisasi ini, serta bagaimana mereka bekerja. Anggapan saya bahwa organisasi ini sekedar delivery services, ternyata salah. Mereka juga sangat komit memperjuangkan akses dan hak komunitas. Mungkin juga karena mereka sangat fasih menjelaskan filosofi organisasi mereka.
Organisasi ini berusia lebih 30 tahun. Merupakan bagian dari gereja. Mereka memiliki kader-kader, dan beragam aktifitas kemanusian telah dilakukan sejak dulu. Mengingat propinsi ini sangat rentan terhadap bencana, seperti banjir dan cyclone. Tidak hanya di propinsi AP, tapi juga di Tamil Madu. Sebagian besar mereka mengorganisir kelompok petani dan nelayan. Saat ini mereka telah memiliki training centre di Orisa. Luar biasa.
Kami berkesempatan mengunjungi dua desa. Saya baru paham bahwa seluruh program yang terkait income generating, selalu diberikan kepada kelompok perempuan. Di tingkat desa, selalu ada kelompok perempuan. SLG (saya lupa nama panjangnya). Sehingga kelompok perempuan menguasai aset, seperti kapal, jaring, dsb. Setiap program, ntah itu pemerintah ataupun ornop selalu melalui kelompok perempuan di tingkat desa.
Gerakan sosial di India memang jauh lebih progresif. Hanya saja, jumlah populasi yang demikian besar, membuat India terpuruk dalam kemiskinan. Di desa ini saja, 1 km ada lebih dari 5000 orang. Jumlah yang fantastik. Semakin lama gap miskin kaya semakin lebar. Gerakan sosial ditingkat kaum miskin semata belum cukup. Perlu gerakan kelas menengah untuk memerangi kemiskinan di India. Hipotesa saya, banyak orang pintar India justru menjadi pekerja di negara lain, seperti dokter, ahli nukir, pertanian, dan banyak lagi. Termasuk aktivis. Sayang memang....