May 30, 2007

3.44 am

subuh di Kaliurang....

sejam lalu terbangun. rasanya tergebok. ada sesuatu yang hilang. sakit perut rasanya. saya paksa pejamkan mata, tapi tak kunjung terlelap. akhirnya saya buka laptop, dan menulis. ntah mau menulis apa. saya paksa menulis. tulis.tulis dan tulis. menuliskan kekalutan. menuliskan sesuatu yang gak bisa saya ngerti. hati saya kosong. pikiran saya kosong. sedih tidak, benci pun tidak. tapi passion saya hilang.

brengsek! kemana hilangnya tuh si passion. tiba-tiba saja lenyap, ditelan merapi. dingin kaliurang tak terasa. riuh tawa tak terdengar. yang ada kekosong rasa. sebal! memang sudah saatnya dilenyapkan... Yell

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 03:45:46 | Permanent Link | Comments (2) |

May 18, 2007

Legacy for the Earth

Hari minggu lalu, Ecosisters kumpul lagi. Kali ini lebih serius. VISIONING. Gak tanggung-tanggung yang fasilitasi biangnya visioning. Dani Wahyu Munggoro. Pro-bono. Katanya sih bentuk solidaritas. So, tepat jam 10 kami memulai perkenalan dengan simbol diri. Seru! Yaya, menyimbolkan dirinya 'pengkolan'. Menurut dia, sekarang dia lagi inkonsisten, alias gampang mengkol sana-mengkol sini. Ery, sebagai lumba-lumba-Christien, sebagai petasan, dll. Simbol saya, jari telunjuk, alias tukang printah-printah. Dan itu diaminin semua orang. Sial.... Laughing

Nah, mas Dani trus membagi kami kartu TAROT. Gambarnya ajaib2. Kami diminta cerita, kaitkan diri kita dengan gambar yang ada di kartu. Selanjutnya, tetap menggunakan kartu Tarot, kami disulap kembali menjadi kanak-kanak, dan diminta membaca kartu lagi. Sulit, ternyata banyak diantara kami lupa bagaimana rasanya menjadi kanak-kanak.  Masih dengan kartu TAROT, kami diminta menjadi "grandma".....alias nenek atau eyank. Kami diminta membayangkan impian kami tentang ecosister disaat kami telah grandma. Keren....asli ! karena hasilnya menakjubkan.... kelompok saya misalnya, susunan kartu dimulai dari menanam-merawat-panen-memilih-mewariskan!!! dahsyat.....  kelompok satu lagi, membuat lingkar kehidupan ecosisters. Menarik juga.....

Akhirnya mimpi Ecosisters mulai tampak. Kami menamakannya Legacy for the Earth.  Bagaimana perempuan bisa mewariskan hidupnya untuk kehidupan yang lebih baik bagi umat manusia dan bumi. Kami kemudian merumuskan produk sosial. Belum matang. Tapi kami sekarang lebih percaya diri. Ciri kami adalah DISCO-different, Inspiring, Simple, Contagious, dan do it Ourselves. Keren kan...

Acara kami berakhir pukul 4. Masih banyak pe-er. Saya semakin yakin bahwa Ecosisters harus segera dibesarkan. Tidak cukup hanya dilahirkan..... 

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 06:55:12 | Permanent Link | Comments (0) |

PILNET

Dua hari lalu saya memfasilitasi visioning sebuah jaringan pengacara, PILNET-Public Interest Lawyers Network.  Seru, walaupun peserta semuanya laki-laki. Sempat sms mbak budhsi, dari INSPIRIT, jawabnya "padahal perempuan itu 50% dari humanity. Dimana mereka?"

PILNET, Lawyers for Public Justice. Sebuah jaringan pengacara yang khusus menangani kasus-kasus publik.  PILNET akan membangun kode etik pengacara publik. Tidak lagi satu kaki membela rakyat, dan satu kakimembela koruptor, pencemar atau pelanggar HAM.

Saya coba menerapkan AI dengan cara sederhana Peserta menuliskan pengalaman terbaiknya terkait kasus hukum yang ditangani selama ini.  Kebanyakan peserta pengacara praktek. Ada yang jago berurusan ama polisi dan tentara.  Ada juga yang sebel ama peradilan, ada yang suka banget.  Ada juga yang hobinya bikin opini hukum.... Artinya anggota PILNET ini beragam pengalamannya.

Peserta kemudian diajak mimpi organisasi yang diibayangkan 5 tahun yang akan datang.  Dan dilanjutkan merumuskan produk sosialnya.  Ada 4 produk sosial yang dihasilkan: bantuan hukum, peningkatan kapasitas ttg keadilan publik, legal analysis/opini hukum, advokasi judicial system.  Saya belum lulus untuk membantu proses NAMING dari produk sosial. Perlu terus tambah jam terbang nih.... Naming-nya masih garing banget!

Proses diakhiri dengan melihat ulang struktur organisasi dan disesuaikan dengan produk sosialnya...  Para pengacara senang...karena bagi mereka hasilnya bisa langsung dipraktekan. ...Saya mulai keranjingan dengan visioning ini. Asik, prosesnya sederhana, dan hasilnya memuaskan peserta.

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 06:32:20 | Permanent Link | Comments (0) |

May 06, 2007

vote for life

berbeda dengan VOTE PRO LIFE, aksi anti aborsi, VOTE FOR LIFE ini unik dan simpel. mulanya keisengan kami, para aktivis lingkungan. tapi seru juga kayaknya kalo dibuat serius. so, akhirnya VOTE for LIFE akan jadi ajang kampanye kami, ECOSISTERS, untuk 3 tahun ke depan.

Vote for life bisa diartikan, apa sih HIDUP bagi perempuan? beberapa kawan saya sudah menjawab. "saya gak ditanya lagi kapan menikah", ujar Yaya. atau "bagi saya hidup itu harus dinikmati", tambah Bantet. dan banyak lagi jawaban-jawaban seputar hidup bagi perempuan. Bagi saya sendiri, "hidup itu gak ditanyain melulu gak mau punya anak ya?" dan banyak lagi seputar anak. Ampun deh. Nah, hidup bagi perempuan adalah keputusan POLITIK. itulah yang kami sebut sebagai VOTE for LIFE.

Hidup bagi perempuan bisa dimaknai lebih dalam. JATAM misalnya, hidup bagi perempuan di wilayah pertambangan adalah mengusir pertambangan yang merampas hak ulayat mereka.  begitu juga  SAWIT WATCH,  hidup bagi perempuan di perkebunan kelapa sawit adalah berjuang mengembalikan fungsi lahannya menjadi hutan kembali. hidup bagi perempuan diwilayah konflik ini adalah berjuang mempertahankan hak hidupnya. banyak lagi contohnya.  Itulah, VOTE for LIFE. BERSUARA bagi KEHIDUPANNYA!!!

Hidup bagi perempuan adalah MEMILIH. Apakah pemimpinnya mampu memberi kehidupan yang lebih baik bagi kehidupannya. bagi anaknya. bagi keluarganya. dan bagi lingkungannya. Apakah pemimpin yang dia pilih cukup adil, bukan koruptor, bisa dipercaya? bagi perempuan tidak ada gunanya untuk memilih, pemimpin goblok, korup, diskriminasi dan serakah.

Percaya bahwa kekuatan dan solidaritas perempuan bisa memberi perubahan di tahun 2009?

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 07:25:07 | Permanent Link | Comments (0) |

mansour fakih

sekali lagi saya ada di cafe Seven, jl simanjutak. cafe ini favorit saya di jogja. cozy banget dan ini kali ketiga. makannya gak terlalu mahal untuk ukuran jakarta. ada dimsum, mie goreng, nasi goreng, steak, banyak lagi. siang ini saya memesan jeruk dingin (tanpa gula seperti biasa) dan pisang goreng. rencananya siang ini akan dikunjungi senior aktivis, toto rahardjo. ntah dimana, batang hidungya belum nampak.

saya juga baru saja berburu buku di social agency. murah meriah. buku lawas maupun buku baru. saya coba mengkoleksi bukunya mansur fakih. beberapa buku karyanya sudah hilang ntah dimana. sang guru ini meninggalkan kami terlalu dini. sosok aktivis yang ramah, senang membagikan ilmunya, cerdas, asik diajak ngobrol. saya menyebut beliau 'bang mansur". dari seorang mansur inilah saya belajar banyak soal teori dan praktek advokasi. kami menyebutnya teori mansurian.

beruntung saya pernah bersama cukup lama di Montreal. international human rights training. sekaliber mansur saja masih ikut training. ajaib. kami satu kelas selama 14 hari (trainingnya 1 bulan). saya juga senang karena menjadi sahabat rahasianya bang mansur. dia mendorong saya untuk mau menulis. tapi apa daya, kok rasanya gak bakat ya. di akhir hayatnya, bang mansur sibuk sebagai anggota Komnas HAM. saya sempat bertemu satu kali, sebulan sebelum wafat. dia tetap mendorong saya untuk mengambil 'break' sekolah dan menulis. Jogja ini selalu mengingatkan saya pada beliau......

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 06:40:42 | Permanent Link | Comments (0) |

May 05, 2007

My 'KOPET' friend

Panas menyengat di Prambanan. Tidak ada minat sedikitpun untuk keluar dari pusat informasi candi prambanan. Saya sedang menunggu Holly, rekan kerja di Oxfam Hong Kong. Sejak tanggal 26 kami bersama. Artinya nyaris 2 minggu. Saya sudah mulai merasa terganggu dengan kehadirannya. Saya ingat dalam ajaran Islam, maksimum bertamu ya hanya 3 hari. Ini kok 2 minggu. Beruntung saya punya kawan yang bersedia saya titipin. Meskipun sedikit bersungut-sungut. Kawan Hong Kong saya ini payah! pelit nya gak ketulungan. Siapa tahan temani toh!

Minggu pertama kami mengunjungi Pikul di Kupang. Lalu dilanjutkan ke Maumere, Larantuka dan Adonara. Harusnya perjalan kami menyenangkan. Sayangnya, kelakuan dan keajaiban kawan Hong Kong, membuat saya kehilangan gairah. Pun di Bali. Perjalanan menyebalkan dan waktu berjalan lambat. Besakih menjadi biasa. Bebek bengil Ubud terasa hambar. Sial!

Hari berikutnya, kami bergabung dengan rally buruh. Saya sudah mulai escaped. Saya beri dia handphone. Sehingga saya tahu dimana dia berada. Selebihnya, tetap menyebalkan. Saya ajak ke Blitz cafe, dengan harapan kami bisa berbaikan. Tanpa ekspresi, kawan hong kong saya hanya bilang. Terlalu mahal, saya tidak tertarik menonton. Besoknya saya titipkan kawan saya ini ke kawan-kawan di MPBI. Protes keras dari sang guide, kalau kawan saya ini 'pelit' banget. Alhasil, saya ditodong traktir se-kantor MPBI di Starbuck thamrin. Nasib.....!! Hari berikutnya, Ida, mas Tedjo dan mba Tuti (thanks mba2 dan mas!) bersedia menjadi guide ke Taman Mini. Sekaligus merayakan 'mayday' kata mas tedjo sih. So, jadi lah hari itu hari libur keluarga SBIB. Saya sendiri sibuk maraton meeting. Saya jadi bingung, kawan Hong Kong saya ini hendak monitoring program atau jalan-jalan ya.

Sekarang, korban berikutnya Aat. Adiknya Ery, sohib saya. Sambil mereka menunggu kembali saya buka laptop dan mulai menulis blog ini. Saya malas jalan. Selain panas, saya takut mulai menyakiti kawan hong kong saya. Jadi lebih baik bertemu dengan orang-orang yang baru kenal saja.

Ah, buang umur....

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 11:59:55 | Permanent Link | Comments (1) |

May 03, 2007

Cape

Cape DEH!..udah lebih dari 10 hari temani Program Asisten South East Asia. Namanya Holly Chan. Cuman bisa bilang AMPYUN lah!!! dan SEKARANG lagi EMOSI JIWA. GAK bisa nulis, tapi pengen curhat....karena SEBEL..! besok masih ke BOGOR-Jogja....Cry

 

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 13:39:30 | Permanent Link | Comments (0) |