Saturday, June 30, 2007

back to chennai

29 Juni – 9 pm

 Bis saya akan berangkat jam 23.30 menuju Chennai. Kembali ke hotel yang sama. Sore ini saya habiskan mengunjungi gereja megah di tepi pantai. Seperti halnya Mesjid Banda Aceh yang selamat dari tsunami, pun gereja ini. Saya lupa namanya. Ditemani 5 orang kawan dari SNEHA. Saya malas membangunkan Pap. Pap pikir saya mengunjungi Trade Union SNEHA, padahal saya bersenang-senang. Pap ini selalu kerja-kerja-dan-kerja.

Di wilayah ini banyak burung GAGAK. Awalnya seram juga. Setau saya burung gagak ya burung kematian. Akibat nonton G-30-S/PKI. Tapi film-film Hollywood  juga selalu menggambarkan burung gagak dengan kematian. Kesannya jorok, kotor, jahat. Disini gagak ada dimana-mana. Akrab. Seperti merpati di Eropa atau burung gereja di negara kita. Akhirnya terbiasa juga mendengar suara burung gagak.

Pria disini doyan ice cream. Belum pernah saya temui sebelumnya. Satu box berisi ice cream dikerubuti para pria. Tidak ada satupun perempuan. Mereka makan ditempat itu juga. Pengennya sih motret, tapi takut digebukin. Maklum pria Tamil ini tinggi besar, pake sarung, dan ikat kepala. Saya agak seram. Apalagi saya pake pakaian yang mereka anggap tidak layak bagi perempuan. So, saya pun sering dipandang aneh. Jadi lucu kan liat pria seram, tapi makan ice cream cup….hi…hi….! Bye Nagapattinam….

 

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) in 12:10:02 | Permalink | No Comments »

matching

 

29 Juni

 
Hari ini saya praktek matching. Teringat saat di KEHATI dulu, writing workshop INSPIRIT. Bonus. Praktek matching-mismatching. Saya sendiri berpasangan dengan kang Karsono, dari Malang. Saya terkesan, dan kang karso pun sempat emosi jiwa. Nah, selama di India saya coba terus matching ini. Hasilnya? excellent!

Setiap perjalanan ke kampung-kampung, mereka semua berbahasa tamil. Pun my Pap. Jarang sekali diterjemahkan ke bahasa inggris. So, saya coba matching. Jadi saya anggukan kepala, seolah-olah mengerti. Pandangan mata saya selalu focus pada orang yang bicara. Begitu juga, saya selalu senyum, manggut-manggut, senyum lagi. Kalau mereka tertawa, saya pun ikut tertawa. Alhasil, mereka pikir saya ngerti bahasa tamil.

Si Pap juga selalu lupa. Dia sering tertipu ama matching saya. Jadi, dia pikir, wah, hebat betul belajar tamil dalam 3 hari. Tapi matching saya bikin teler. Energi saya terkuras habis. Jadi setiap kali pertemuan, saya lelah luar biasa. Sikap matching ini membuat saya banyak sahabat. Orang kampung dan juga teman-teman pendamping. Thanks inspirit!

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) in 12:08:21 | Permalink | No Comments »

Karaikal

29 Juni

Sehari kemarin bener-bener kecapean. Teler dan tepar. Pulang cepat langsung terkapar di kasur hingga pagi. Perjalanan kami kemarin menuju Karaikal. Mengunjungi organisasi pelaksana proyek tsunami. PREPARE. Terus terang saya kagum dengan kerapian organisasi ini. Semuanya tercatat rapi, terdokumentasi dengan baik, dan terinformasi dengan baik. Bak mesin. Jika ada yang salah semuanya ketauan. Mekanisme ini akan sangat berguna saat emergency respon. Paska itu, menjadi sangat kaku, statis dan menjadi gak berkembang.

Saya bertemu orang hebat juga kemarin. Panggilannya Jaya. Doktor marine biology, banker. Setelah 15 tahun di perbankan dan bisnis perikanan, sekarang menjadi aktivis. Masih muda. Energik. Dialah yang membawa berbagai sistem perbankan ke dunia aktivis. Sehingga proses relief di masyarakat lebih transparan, akuntabilitas dengan tetap menjaga partisipasi. Salut.

Kami juga sempatkan ke daerah tsunami. Bertemu komunitas, Program Management Committe dibawah panchayat/desa tradisional mereka. Bertemu kelompok Rice Credit Line, dan juga kelompok nelayan. Menarik. Seperti biasa saya cuman bisa nyengir, semua dialog dalam bahasa Tamil. Terakhir perjalanan, saya diantar ke kampung Chandrapadi. Kampung nelayan. Bertemu kelompok nelayan/koperasi, Chandrapadi Society. Memperjuangkan hak mereka atas harga ikan. Kebetulan saat itu nelayan baru saja melabuhkan kapalnya. Jadi suasana pasar ikan di pantai menarik perhatian saya.

Sekali lagi saya belajar banyak dari bapak saya, Kurian. Tips menjadi donor yang baik. Tidak cukup hati, tapi juga pikiran. Tidak cukup pikiran, tapi juga hati. Balance. Tahu persis uang dialokasikan untuk apa. Tahu persis, siapa konstituen kita. Dan tanggung jawab pada mereka. Itu ceramah bapak saya setiap pagi dan sore….thanks pap!

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) in 12:07:00 | Permalink | No Comments »

sabar

27 Juni 2007

Kesan pertama gua tiba di Chenai, hmmm dirty. Salah juga, karena sebelumnya transit di Changi, Singapur. Seandainya langsung Cengkareng-Chennai, pasti gak akan terlalu terasa. Tapi pas gua naik taksi, gile, jalanan asli berdebu dan macet. Gilanya, klakson gak berhenti berbunyi. Padahal jam 11 tengah malam. Selain padat, mereka bawa mobilnya kaya kesetanan. Lampu lalu lintas ternyata gak berguna di Chennai. Gua naik taksi tanpa AC menuju hotel. Alhasil, badan gua kotor banget. Asli kaya naek motor.

Hotel gua sih asik. Internet gratis. Tapi bo’ makanannya gak kuat. Asem, pedes, ancur menurut selera gua. So, gua coba-coba-and coba aja. Nekad. Malemnya sempet coba makan idli di daun, dengan beragam sambal India.

Hari pertama gua langsung rapat. Gak asik banget lah. Asli gua masih cape, karena nyiapin presentasi. Eh, ternyata gak perlu presentasi. Mubazir. Malemnya gua langsung berangkat lapangan. Sama si Bokap, Kurian. Tua, energik, bener-bener kaya bapak ke anak, dan pinter banget. Jadi, semua hal dia yang urus. Enak juga punya bapak kaya dia. Sebelnya kepala gua sempet dia jedukin tuh didepan ibu-ibu. Sebel banget. Sakit ati banget. Sialan!

Eh, pas sampe subuh di Nagapattinam, tahi sapi dimana-mana. Gua dipaksa minum kopi pula. Debu berterbangan. Segerombolan ibu berkumpul ditempat air. Sebagian besar lalu lalang ke tempat pelelangan ikan. Karaikal memang daerah perikanan. Dua tahun lalu daerah ini habis tergulung tsunami. Sekali lagi, lalu lintas di sini pun gila. Yang bikin gua pusing, klakson. Gak tahan. Heran, pagi-pagi bunyi klakson kenceng banget. Kejelekan bangsa ini, ya…gak sabaran!

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) in 12:05:19 | Permalink | No Comments »

Perempuan India

27 Juni 2007


Sekarang saya ada di satu kampong di propinsi Tamil Nadu. Velankanni namanya. Nama seorang perempuan. Pun, saya sekarang berada di tengah-tengah lebih dari 20 perempuan Tamil. Saya gak mengerti dialog mereka. Maklum tak ada penerjemah. Mereka semua bicara dalam bahasa Tamil. Saya menikmati setiap kata yang keluar dari ibu-ibu ini. Pernuh semangat, teriakan, diselingi gelak tawa.

Ternyata perempuan desa Tamil sangat memperhatikan penampilan. Macthing banget!. Warna-warni. Merah berpadu hijau muda. Ungu dan putih. Biru, oranye, hijau daun. Bukan sekedar warna, tapi juga motif. Asik. Colorful. Telinga, hidung, tangan dan kaki pun tak luput dari berbagai pernak-pernik. Gelang dan anting-anting emas maupun imitasi. Rambut mereka bergelung, dengan selipan bunga ros, untaian melati atau sekedar bungan kertas. Asli dari kebun mereka.

Luar biasa pertemuan ini, menghilangkan kantuk saya. Setelah perjalanan 7 jam mencapai desa ini dengan bis, Chennai-Karaikal.

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) in 12:02:34 | Permalink | No Comments »