Home based worker
Sulit jadi pekerja rumahan. Gagap rasanya. Senangnya, karena tidak perlu bangun pagi. Kerja sambil menikmati double shot, channel V dan diselingi ’bourne supremacy’ - HBO. Sialnya, saya bisa puasa ngomong dan ketemu orang seharian. Bosan juga. Akhirnya 3 bulan terakhir ini saya senang berburu internet café.
Kolega saya menyebar. Sama home based worker seperti saya. Dili, Hong Kong, Davao, Hanoi, New Delhi, Zambia. Skype membuat kami terasa dekat. Setiap hari kami sempatkan saling sapa. Seru juga. Kadang hanya sekedar tanya kesehatan, anak, suami, istri. Tapi seringkali ngobrol kerjaan.
Home based worker bagi saya penghematan luar biasa. Tidak perlu sewa kantor yang semakin mahal. Mengurangi energi fuel, karena jarang bepergian. Mengurangi per-gosip-an, karena jarang ketemu orang. Dan lebih banyak waktu buat diri sendiri. Membaca, menulis menjadi kegiatan rutin saya saat ini. Termasuk menonton dan mendengarkan musik. Las ta mas ta. Bikin hidup lebih hidup!!




