Sunday, September 6, 2009

bye bye rentenir

Hampir saja, Sarima (50) menyudahi hidupnya jika tak ingat anaknya. Kering sudah akalnya memikirkan cara melunasi hutangnya. Sebenarnya bukan hutang pokoknya yang 25 juta rupiah yang ia pusingkan, tetapi bunganya, yang terus membengkak sampai 50 juta itu. Padahal ia cuma berjualan nasi kuning dan sayuran. Untunglah ia berjumpa dengan Syamsudin, Ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima, yang mengenalkannya dengan pinjaman lunak dari BPR Malifut. Pelan-pelan, lunas juga utang itu. 

Bagi kaum miskin, bisa meminjam di bank umum adalah keajaiban, soalnya banyak ketentuan yang sulit mereka penuhi. Ramailah rentenir menawarkan pinjaman, dengan bunga kadang mencapai 30% dalam dua minggu. Karena itu, BPR Malifut mengembangkan kredit lunak hanya berbunga 2,5% per bulan. Para pedagang kecil dapat meminjam tanpa memberikan agunan apapun, hanya menyerahkan fotokopi KTP. 

Perbankan seharusnya memang mendekati kaum miskin dengan cara yang berbeda, karena amat terbatasnya sumber daya milik mereka. Sebagai model bank, yang dimaksudkan untuk menjawab persoalan simpan-pinjam di kalangan wong cilik, kreatifitas BPR ditantang untuk bisa diakses kaum miskin. Dan, BPR Malifut berhasil menjawab tantangan itu. Setelah seluruh asetnya hancur karena kerusuhan atas nama agama di Maluku Utara pada tahun 1999 - 2000, Ahmad Aziz memindahkan operasi kerja BPR Malifut ke Ternate pada tahun 2005.

Seperti Sarima, kebanyakan wong cilik di sana tak berani datang untuk menabung –apalagi meminjam. Mereka pikir, seperti bank umum, juga banyak persyaratan yang dituntut oleh BPR malifut, dari tetek bengek administratif sampai agunan. Tidak mudah memang membuat para pedagang kecil misalnya, untuk berani datang ke BPR Malifut. Tetapi, perlahan-lahan kepercayaan itu mulai tumbuh.  

“Kita harus menyesuaikan diri dengan keadaan masyarakat, harus jujur, membaur dan tidak sombong, harus mengerti kebudayaan mereka,” kata Karim, Direktur BPR. 

Kredibilitas yang baik itulah yang membuat para organisasi di DIAHI melirik BPR Malifut sebagai lembaga penyalur bantuan dana bergulir yang didukung OXFAM Hongkong. Pada bulan November 2008, 180 juta rupiah ditanamkan di BPR Malifut.

“Diahi memfasilitasi akses modal, terutama bagi kelompok marjinal, lalu BPR melaksanakan sistem penyalurannya dengan tanpa merubah sistem mereka. Anggota Diahi berperan sebagai fasilitator untuk anggotanya,” ujar Fathi Hanif, DIAHI.

 

Kini, setahun kemudian, 47 orang telah menerima pinjaman. UMKM Center Ternate berperan besar dalam sosialisasi program kepada para pengusaha mikro kecil. “Anggota pelaku UMKM mencapai 150-an lebih, namun yang masuk dalam binaan kami ada sekitar 75 usaha kecil,” kata Abu Bakar SM (35), Manajer UMKM Center Ternate. 

Himpunan Pedagang Kaki Lima juga banyak membantu sosialisasi pinjaman. Bahkan di sini, dibangun mekanisme pendistribusian pinjaman. “Anggota kami sekitar 80 orang. Karena jumlah dana yang dipinjamkan hanya untuk 30 orang, jadi kami buat bergilir. Mereka yang konditenya baik, nanti bisa meminjam lagi,” kata Samsudin Kaida, ketua HPKL.

Bagi pelaku usaha kelas mikro kecil, pinjaman dengan bunga 2,5% dan tanpa agunan adalah luar biasa. Dengan pinjaman selunak itu, dibandingkan pinjaman dari lintah darat, mereka dapat mengelola usaha dengan lebih tenang. Apalagi, sesungguhnya jenis usaha mereka yang umumnya sangat lokal –bahan baku dan konsumen dari lokal—memiliki kelenturan tinggi. Lihat saja, pengembalian pinjaman bahkan mencapai seratus persen.  

Pinjaman tanpa agunan, memang bukan sekedar mekanisme modal. Tetapi sebuah pembelaan  bagi kaum kecil untuk boleh mengubah nasib. Juga sebuah perlindungan dari sistem ekonomi rente yang mencekik. Agar Sarima tak perlu lagi berniat menyudahi hidup. 

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 17:10:53 | Permalink | No Comments »

Tuesday, July 7, 2009

R.I.P Michael Jackson


hari ini nonton pemakaman raja pop, michael jackson, di stasiun TV CNN. sejak dulu saya memang suka dengan karyanya michael jackson. cerdas, jenius, brilian. terlepas dari kelakuan anehnya. saya tetap jatuh cinta. heal the world, we are the world, the earth, human nature, black and white, dan banyak lagi lagu-lagunya yang dekat dengan manusia dan alam. Michael Jakson memang langka…. dan mungkin hanya satu didunia. rest in peace, michael!


Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 19:14:28 | Permalink | No Comments »

Wednesday, June 24, 2009

my incredible work

(tugas kursus menulis bahasa inggris)

I’ve been working for one organization who focus on social development issues for 3 years. My head office based in Hong Kong, and I don’t have any office in Jakarta. I am responsible to develop and to maintain program in Indonesia, especially in eastern region, an area that considering as the extremely poorest community, and to be neglected. Basically, I do all my terrific work from my home. It is an advantage situation for me. I don’t need to queue in the crazy traffic Jakarta or to spend much money for my lunch. For this century, this is an answer for effectiveness and practicality of workspace environment. 


I visit the head office in Hong Kong two or three times a year. It is a small office with more than 100 staffs. They support many works around the world. My office located in the North Point, 1.5 hours from the airport by bus or city train, in the 17th level of Marble Building. My office nearby a busy traditional market and a bit crowded. In the morning, sometimes I go around in the market and enjoy smells from vegetable and fresh fish. 

My office has a regular meeting to share and learn among the staffs, and it usually interesting for everybody. I can meet friends from India, Africa, Vietnam, Bangladesh, Philippines, and many more. Our team has a gorgeous color of thinking. We have a a spirit of friendliness, and I really enjoy working with them. Also, I had learned so many things since I joined with this organization. My knowledge and experience increasingly without I noticed. I hope, my small contribution can bring a meaningfull changes in the world, at least for my country.


Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 13:38:05 | Permalink | No Comments »

Saturday, June 20, 2009

Good bye Irfan Nasution

Gie once wrote in his diary:

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.


satu sms di siang tadi membuat saya terkejut luar biasa. “innalilahi wa innailahi rojiun. telah berpulang ke rahmatullah, Irfan Nasution…” deg…saya baca ulang, baca lagi dan baca lagi. tidak ada tambahan nama lain. Irfan Nasution. sahabat baik saya di Kehati dulu…. sungguh menyesakkan dada saya. tak terasa, air mata pun menetes. saya shock…

katanya terserang jantung. silent death. tidak ada peristiwa. hanya terjadi satu malam, dan paginya Irfan meninggalkan kami semua. saya suka dengan cara pikirnya yang kritis. kami suka berdebat panjang tentang masa depan Kehati waktu itu. rencananya kami para alumni Kehati ingin berkumpul. sayang, belum sempat terwujud. sejak 5 tahun terakhir, dia aktif mendukung kampanyenya SBY. ah, Irfan, belum sempat kita mengenang kebersamaan…..kamu sudah pergi…. met jalan, fan….


Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 14:47:41 | Permalink | No Comments »

Tuesday, June 16, 2009

motorbike

motor semakin merajalela dan gila. si gundik tadi terkepung, dan sempet panik. kalo ketemu lampu merah saya dag dig dug. karena motor berseliweran dan mepet kanan kiri. saya tadi browsing, banyak gak sih yang panik juga karena ulah motor. alhasil, ketemu juga nih. sebel ama motor karena : 

- suka melanggar jalur, terutama pas macet
- jalan satu arah tetep aja di terabas ngelawan arah
- bikin macet kalau berteduh di bawah fly over
- lampu merah, ijo, kuning sama aja… terabas terus
- belok seenaknya ngga pake sen
- udah ada peraturan jalur di kiri tetep aja di kanan
- masih aja ngga nyalain lampu di siang hari
- nabrak mobil maen kabur aja
- mau belok kiri tetep aja ambil kanan, dan sebaliknya
- dll masih banyak lagi… silahkan ditambahkan


hmmm saya sebenernya suka juga naik ojek, or si epo (mocha, katanya). vespanya rully. tapi, ya tetep minta pelan-dan pelan. ya, ngerasa juga kadang sebel ama mobil. tapi lebih banyak sebel ama si motor lain yang juga suka mepet motor yang baik dan sopan. jumlah motor semakin gila. banyak banget. semakin murah. yang penting sih, gimana kelakuan dari pengendaranya. beli motor memang gampang. sayangnya belum sepaket dengan etika mengendarai motor. jadi, berhati-hatilah di jalan….


Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 14:45:29 | Permalink | No Comments »

Monday, June 15, 2009

labor movement….

kemarin sempatkan diri menikmati obrolan santai komunitas buruh di Serang. mengasyikan. cukup lama saya tidak mengikuti diskusi heroik semacam ini. satu dari mereka dengan suka cita menyediakan tempatnya sebagai shelter. kami mendiskusikan sejarah gerakan buruh. dari jaman belanda, masa sukarno, saat suharto berkuasa, hingga kini. gerakan buruh ini naik turun. dan puncaknya, di masa sukarno. ketika itu buruh diberi keleluasaan lebih untuk berekspresi. sayangnya isu komunisme kembali memangkas kemerdekaan buruh dan serikat buruh yang ada. bahkan istilah buruh pun disederhanakan sebagai pekerja. 


putaran diskusi ini mereka lakukan 4-5 kali. kawan-kawan dari LIPS dengan penuh semangat memfasilitasi proses ini. fasilitator sekaligus narasumber. minggu-minggu selanjutnya mereka akan diskusikan peraturan perburuhan, demokratisasi buruh, dan banyak lagi terkait hak-hak mereka sebagai buruh dan warga negara. berapa kisah sukses tergali, seperti kenaikan upah dan tambahan uang makan. saat ini mereka ingin agar gerakan buruh meluas ke wilayah publik. dambaan mereka, sekolah gratis, kesehatan gratis, dan terpenuhinya layanan dasar lainnya. 


saatnya bergerak….. dan patut dicoba juga pendekatan Asset Based Thinking dan Appreciative Inquiry ….. mungkin kah? coba yuk……

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 03:32:30 | Permalink | No Comments »

Monday, June 8, 2009

home “sweet” home

belum sempat cerita. 2 bulan terakhir saya pindah ke pasar minggu. rumah mungil dan nyaman. awalnya agak seram, karena dekat dengan SUTT. Saluran Udara Tegangan Tinggi. cek sana-sini. akhirnya, memberanikan diri untuk pindah. letaknya di pasar minggu. cukup strategis untuk orang yang tidak berkantor. ada jalan tol. ada jalan pancoran. ada jalan warung buncit. ada jalan fatmawati. cukup lengkap alternatif menuju tengah kota. pun ada tol JORR dan jagorawi jika hendak ke bandung atau bogor. menyenangkan.


setiap pagi, seperti biasa, ada suara adzan yang lumayan menggema. samar-samar terdengar suara kereta api. dan yang paling membuat saya terharu, saya bisa mendengar cicitan burung. luar biasa. memang di sekitar rumah masih banyak pohon2 besar. semakin menambah sejuk. sekarang saya lebih betah dirumah. walaupun jauh dari keramaian. saya sangat menikmati. kalo kangen mall, cafe dan teman, si gundik siap meluncur menemani. menembus kemacetan kota jakarta. dan biasanya saya selalu kembali pulang. karena saya rindu suara pagi di rumah. adzan, kereta api, dan cicit burung. lega rasanya….


Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 23:24:08 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, June 7, 2009

empty

seminggu ini gak produktif. hampa. bosen juga dengan keadaan. setelah seminggu berkutat di NTT dan Sulteng. mungkin kehabisan energi. mungkin energi positif terkuras disana. akhirnya, seminggu kemarin rasanya panjang dan tak melakukan apapun. anyway, minggu besok harus bangkit. 

so….change the way you see yourself, you see others, and you see the world…

my dream (next year): Prague, I’m coming…





Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 17:06:55 | Permalink | No Comments »

Kenya, jangan banyak mikir…..

Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 11:25:45 | Permalink | No Comments »

Thursday, June 4, 2009

tobat dan syukur


beberapa minggu ini saya lagi sial. bemper si gundik patah ketabrak anjing. body nyerempet pagar. alhasil tuh gundik kudu ngendon semingguan lagi di bengkel. padahal lagi berencana bersenang-senang ke bandung. 

pengen relaks. eh, tadi pagi keingetan ipod. lungsuran dan lumayan lengkap lagunya. dan ternyata, lenyap. gak inget dimana. kayaknya sih di pesawat, waktu kembali dair kupang….


kurang tobat… 
dan harus lebih banyak bersyukur…. 
Posted by Julia Kalmirah (IJUL) at 13:06:18 | Permalink | No Comments »